GO TO MY HOME PAGE














  • INDONESIA BLOGGER
  • Welcome to my blog

    Sabtu, 07 September 2013

    Permasalahan pada jaringan dan cara memperbaikinya


    Setalah membangun sebuah jaringan LAN, MAN atau yang lainnya pasti tidak luput dari permasalahan yang sering muncul dan kebanyakan kita mengalaminya, Namun permasalahan tersebut bisa diatasi dengan cara atau hal yang mudah, asalkan kita tahu kerusakan apa yang sedang terjadi pada jaringan yang kita bangun

    A. Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
    Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala. Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan Warnet (warung Internet). Down pada jaringan LAN disebabkan system dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down pada Warnet disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak dapat dilakukan Down dalam jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila dibandingkan dengan Down pada Warnet. Down dalam jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indicator-indikator yang dapat kita lihat. Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing-masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:
    1. kerusakan pada Kabel dan konektor Jaringan
    Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
    Ø      Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.
    Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan
    Ø      Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.
    Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan  pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat

    dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja
    Ø      Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC.
    Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti

                Jika terjadi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu hal, solusinya kita lihat dahulu apakah kabel yang kita gunakan itu benar-benar tidak bias digunakan lagi atau masih bisa, jika tidak kita perlu menggantinya dengan kabel dan konektor yang baru.atau jika yang rusak itu hanya pada konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan kita hanya perlu memgganti konektornya saja.

    2. Gangguan atau Kerusakan pada Hub/switch
    Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
                Jika terjadi kerusakan pada HUB maka pertama kita harus mengecek apakah HUB yang kita gunakan memang sudah rusak atau hanya mengalami gangguan saja,namun jika HUB yang kita gunakan memang benar-benar pasitif rusak maka kita perlu menggantinya dengan HUB yang baru atau dapat diperbaiki ditempat service khusus.namun saran kami lebih baik mengganti dengan yang baru selain kwalitasnya yang lebih bagus biasanya biaya memperbaiki hampir sama dengan biaya membeli baru.

    3. Tidak bisa sharing data
    Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing pada computer masih di disable jadi kita harus mengaktifkan dengan


    Jadi klik pada Lalu pilih lalu ceklist lalu apply
    Selain itu mungkin sedang terjadi hang pada computer dan yang harus ditempuh adalah merestar komputer.
    Hal ini juga sering terjadi karena IP yang kita gunakan salah atau sama dengan IP komputer lainnya. Ganti dengan IP yang beda.

    4. Komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain
    Hal ini sering terjadi dikarenakan alamat digunakan dan IP yang kosong. Lalu ganti IP address sehingga bisa terdeteksi oleh komputer lain. Selain itu kita jug abis mengecek apakah komputet kita bisa terkoneksi dengan komputer orang lain  lalu ketik pingà Run àcaranya adalah Klik start  <> -t. misalnya ping 192.168.0.89. Nanti akan muncul balasan Jika Reply From . . . . . . berarti komputer kita sudah terkoneksi dengan baik jika muncul Request Time Out maka komputer kita tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain.

    5. Tidak muncul Local Area Connection
    Hal ini kemungkinan besar kita lupa untuk mengisntal driver Network Adapter, jadi yang harus dilakukan adalah menginstal Driver Network Adapter. Biasanya kalu kita sudah menginstal driver akan mucul Local Area Connetion.

    6. Icon Lan Area Connection tidak berkedip biru

    Hal ini sering terjadi karena kita dalam memasang konektor kurang tepat, coba lihat lampu indicator pada konektor apakah sudah menyala atau belum. Jika belum coba cabut dan tancapkan kembali, setelah itu kalau masih belum coba periksa konektor pada HUB apakah sudah dikonekan dengan HUB atau belum. Jika belum konekkan hingga lampu indicator pada HUB menyala dan pada komputer muncul menu pesan Connetion 100 Mbps. IP yang kita gunakan sama dengan komputer lain. Gunakan program IP Scan untuk melihat IP yang sedang aktif dan IP yang masih kosong.

    7. Lambatnya Jaringan Dan Bagaimana Memperbaikinya Performanya

    Dalam suatu infrastructure jaringan yang sangat besar, suatu jaringan yang efficient adalah suatu keharusan. Jika design infrastructure jaringan kita tidak efficient, maka applikasi atau akses ke resource jaringanpun menjadi sangat tidak efficient dan terasa sangat lambat.



    Performa jaringan yang sangat lambat ini biasanya disebabkan oleh congestion jaringan (banjir paket pada jaringan), dimana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada sekarang. Kalau boleh diibaratkan seperti jalanan ibukota pada jam sibuk, kapasitas jalan tidak mencukupi dengan berjubelnya jumlah kendaraan yang memadati jalanan, akibatnya adalah kemacetan yang luar biasa. Kalau pada hari libur maka jalanan terasa lengang dan anda bisa memacu kendaraan dengan cepat.

    faktor yang bisa memberikan kontribusi lambatnya jaringan dan cara memperbaikinya:

    Technology Ethernet yang sudah using seperti 10 Base2; 10Base5; dan 10Base-T, mereka menggunakan algoritma CSMA/CD yang menjadi sangat tidak efficient pada beban yang lebih tinggi. Performa jaringan ini akan menjadi turun drastis jika prosentase utilisasinya mencapai lebih dari 30% yang membuat jaringan menjadi sangat lambat.
    Istilah collision domain mendefinisikan sekumpulan perangkat jaringan dimana data frame mereka bisa saling bertabrakan. Semua piranti yang disebut diatas menggunakan hub yang berresiko collisions antar frame yang dikirim, sehingga semua piranti dari jenis jaringan Ethernet ini berada pada collision domain yang sama.
    Bagaimana solusi menghilangkan collision domain dan algoritma CSMA/CD yang bisa membuat jaringan anda lambat, adalah mengganti jaringan HUB anda dengan Switch LAN. Switch tidak menggunakan BUS secara ber-sama2 seperti HUB, akan tetapi memperlakukan setiap port tunggal sebagai sebuah BUS terpisah sehingga tidak mungkin terjadi tabrakan.
    Switches menggunakan buffer memori juga untuk menahan frame yang datang, sehingga jika ada dua piranti yang mengirim frame pada saat yang bersamaan, Switch akan melewatkan satu frame sementara frame satunya lagi ditahan didalam memory buffer menunggu giliran frame pertama selesai dilewatkan. Mengganti semua HUB anda dengan Switch akan meningkatkan kinerja dan performa jaringan anda dan kelambatan jaringan akan berkurang secara significant.
    Bottlenecks
    Beban user yang sangat tinggi untuk mengakses jaringan akan menyebabkan bottleneck jaringan yang mengarah pada kelambatan jaringan. Aplikasi yang memakan bandwidth yang sangat tinggi seperti aplikasi video dapat menyumbangkan suatu kelambatan jaringan yang sangat significant karena seringnya mengakibatkan system jaringan menjadi bottleneck.
    Anda perlu mengidentifikasikan aplikasi (khususnya aplikasi yang dengan beban tinggi) yang hanya diakses oleh satu departemen saja, dan letakkan server pada Switch yang sama dengan user yang mengaksesnya. Meletakkan resource jaringan yang sering diakses pada tempat yang dekat dengan pemakainya akan memperbaiki kinerja dan performa jaringan dan juga response time.


     Performa LAN juga bisa diperbaiki dengan menggunakan link backbone Gigabit dan juga Switch yang mempunyai performa tinggi. Jika system jaringan menggunakan beberapa segment, maka penggunaan Switch layer 3 akan dapat menghasilkan jaringan yang berfungsi pada mendekati kecepatan kabel dengan latensi minimum dan secara significant mengurangi jaringan yang lambat.

    8. Kerusakan jaringan karna Serangan Trojan Virus
    Jika environment jaringan anda terinfeksi dengan Trojan virus yang menyebabkan system anda dibanjiri oleh program-2 berbahaya (malicious programs), maka jaringan akan mengalami suatu congestion yang mengarah pada kelambatan system jaringan anda, dan terkadang bisa menghentikan layanan jaringan.
    Anda memerlukan proteksi jaringan yang sangat kuat untuk melindungi dari serangan Trojan virus dan berbagai macam serangan jaringan lainnya. Software antivirus yang di install terpusat pada server anti-virus yang bisa mendistribusikan data signature secara automatis kepada client setidaknya akan memberikan peringatan dini kepada clients. Dan jika ingin mendapatkan perlindungan yang sangat solid dan proaktif maka Software keamanan jaringan corporate BitDefender adalah solusi anda.
    BitDefender Corporate Security adalah solusi manajemen dan keamanan bisnis yang sangat tangguh dan mudah digunakan yang bisa memberikan perlindungan secara proaktif terhadap serangan viruses, spyware, rootkits, spam, phising, dan malware lainnya.
    BitDefender Corporate Security menaikkan produktifitas bisnis dan mengurangi biaya akibat malware dan lainnya dengan cara memusatkan administrasi, proteksi, dan kendali workstation, sekaligus juga file-file, email, dan traffic Internet didalam jaringan corporate anda.
    Jika corporate anda menggunakan jaringan Windows, maka penggunaan WSUS (Windows System Update Services) adalah suatu keharusan. WSUS secara automatis meng-update patches critical Windows anda, security patches, dan Windows critical update kepada clients pada saat dirilis update dari Microsoft. Clients anda tidak perlu update langsung ke internet, cukup koneksi ke server WSUS, sehingga mengurangi beban bandwidth internet anda, karena hanya server WSUS saja yang terhubung ke internet untuk download updates.
    Virus biasanya menyerang adanya kelemahan system yang sudah diketahui, dan Windows update akan melakukan patch vulnerability (menambal lobang titik lemah) sehingga menjaga kemungkinan serangan terhadap lobang kelemahan system ini.
    Berjaga-jaga terhadap serangan virus yang menyebabkan lambatnya jaringan anda adalah jauh lebih baik terhadap organisasi anda. Dan regulasi dan kebijakan masalah pemakaian Email dan juga kebijakan pemakaian Internet sangat mebantu dalam hal ini.


    9. Sering Lambat jaringan waktu proses authentication
    Jika dalam corporate anda mempunyai banyak site yang di link bersama dan setiap site / cabang dan kantor pusat di konfigurasikan sebagai active directory site terpisah dan domain controller di integrasikan dengan DNS server, disaat peak hours jam sibuk user pada kantor cabang sering mengalami proses logon yang lambat sekali bahkan time-out. Hal ini akibat dari masalah bottleneck saat komunikasi interlink lewat koneksi WAN link yang menjurus lambatnya system.
    Saat user logon ke jaringan, Global Catalog memberikan informasi Universal Group membership account tersebut kepada domain controller yang sedang memproses informasi logon tersebut. jika Global Catalog tidak tersedia, saat user melakukan inisiasi proses logon, user hanya akan bisa logon kepada local machine saja, terkecuali jika di site tersebut domain controllernya di configure untuk Cache Universal Group membership di setiap kantor cabang. Bisa saja sich domain controller di masing-masing cabang di promote Global Catalog, akan tetapi waspadai juga replikasinya yang bisa menyebabkan link WAN menjadi lambat. Anda bisa mengatur frequensi replikasi menghindari jam sibuk jika memungkinkan.
    Dengan meng-enable Universal Group Membership Caching disetiap cabang, akan menyelesaikan masalah kelambatan jaringan jenis ini.
    Satu lagi masalah konfigurasi Switch redundance link yang bisa mengakibatkan Broadcast Storm – atau bridging loop, sudah dibahas pada artikel STP.
    Semoga berman’faat....

    read more

    TIPS MENJAGA KOMPUTER DARI SERANGAN VIRUS



    menjaga komputer dari virus
    Menjaga Komputer Dari Serangan Virus | Virus didalam komputer memang sangat menyebalkan dan membuat sistem pada komputer atau laptop tidak berjalan dengan semestinya. bahkan tidak jarang menghapus data-data penting yang ada didalam komputer kita. sumber dari datangnya virus ini beraneka ragam mulai dari flashdisk, software, dvd dan masih banyak sumber lainnya.
    serangan virus ini kadang tidak terdeteksi oleh komputer atau laptop meskipun sudah di pasangiantivirus yang ampuh menurut yang punya komputer :D , hal ini mungkin disebabkan karena virus yang masuk tidak terdaftar dalam database antivirus tersebut dengan kata lain virus baru. tidak jarang malah sampai meng-install ulang komputer hanya gara-gara serangan virus.
    Nah sekarang saya akan memberikan beberapa tips menghindari serangan virus dalam komputer atau laptop.
    Mengecek sistem keamanan komputer
    Virus selalu berkembang setiap saat gahkan virus yang terdeteksi kemarin mungkin akan tidak terdeteksi lagi besok, pada komputer yang lama dan jarang di update sering kali sistem security pada komputer juga akan melemah dan sangat mudah di masuki oleh virus. update lah windows anda jika ada dirasa windows sudah terlalu lama, atau update terakhir sudah sangat lama.
    Biasakan selalu scanning flasdisk atau memory card
    Pada beberapa orang hal ini mungkin dianggap tidak terlalu penting, justru ini adalah media yang paling memungkinkan untuk masuknya virus kedalam sistem komputer anda. jangan lupa untuk scanning flashdisk dan memory card yang akan di hubungkan dengan komputer anda. atau jika anda males :) dan buru-buru sehingga tidak sempat melakukan scanning anda bisa menggunakan software USB Disk Security. aplikasi ini akan otomatis melakukan scaninning saat usb di hubungkan ke komputer anda. untuk mendownload software ini cari aja di google banyak. :D
    Install Software hanya dari developer terkemuka
    Ini sangat penting untuk diperhatikan, sudah jelas bahwa software yang berasal dari developer yang ternama tidak mungkin menyisipkan virus atau hal-hal yang dapat membahayakan komputer kedalam software tersebut.
    Hati-hati sebelum membuka file (word, excel, pdf, atau lainnya)
    Yang dimaksudkan disini adalah file-file yang didapat secara online atau download, biasanya file yang berasal dari media online mengandung beberapa virus, biasakan scan file tersebut sebelum membukanya.
    Back up secara teratur file data penting
    Selalu melakukan backup data yang anda anggap penting, hal ini akan menghindarkan rusaknya file jika komputer anda sudah terlanjur terkena virus.
    Gunakan Antivirus yang berkualitas
    Selain langkah langkah diatas penggunaan antivirus juga sangat berperan besar dalam menjada komputer anda dari serangan virus. Antivirus yang saya recommendasikan adalah AVG, siapa yang tidak tau anti virus ini selain fiturnya lengkap juga memiliki jumlah database virus yang selalu up to date.
    Dengan menjalan kan beberapa tips simple diatas komputer anda akan selalu terhindar dari serangan virus. nda tidak perlu menjadi ahli komputer hanya untuk melindungi komputer anda dari virus. mulailah dari hal-hal keceil. selamat mencoba.

    read more

    Tips dan Trik Cara Merawat Jaringan LAN

    Networking
    Tips dan Trik Cara Merawat Jaringan Komputer - Jaringan pada sebuah komputer merupakan jaringan yang terhubung dengan setiap client dan server, dimana setiap pengguna maupun administrator server harus lah mengetahui cara merawat jaringannya, terutama untuk para staff administrator yang paling tidak harus maintenance untuk menjaga agar server tetap handal dan stabilitas server tetap terjaga. Merawat Jaringan Komputer, tidak lah mudah dalam merawatnya, haruslah mengetahui tahapan-tahapan dan mengetahui perawatannya pada setiap system, software dan hardwarenya.
    Untuk menjaga dan merawat jaringan komputer, kita harus mengetahui dari beberapa perangkat keras atau hardware yang ada dalam jaringan komputer tersebut yaitu, diantaranya: komputer server, komputer client, HUB/Switch, router kabel jaringan dan beserta konektor-konektor lainnya. Dalam beberapa komponen utama didalam jaringan tersebut di atas perlu juga untuk dirawat agar pada jaringan yang sudah terpasang benar-benar berfungsi dan bekerja dengan baik. Dalam tutorial singkat sebelumnya IT Newbie pernah membahas tentang Tips Mengatasi Permasalahan pada Jaringan LAN. Namun apa saja yang akan sobat lakukan dalam merawat dan menjaga jaringan komputer yang sudah dirancang tersebut? Bacalah sampai habis Tips dan trik Cara Merawat Jaringan Komputer seperti dalam pembahasannya berikut ini:
    1. Perawatan pada Komputer Server
    Komputer server merupakan pusat kendali untuk client, dimana komputer server akan secara terus menerus akan melayani permintaan dari client. Perawatan pada server sangat penting karena server juga merupakan pusat  penyimpanan data-data pada client. Dimana perlu dilakukan backup data secara berkala, paling tidak setiap 1 bulan sekali, 1 minggu sekali, atau jika lebih baik lagi 2 hari sekali. tergantung dari kinerja server. Mengapa demikian? karena server bekerja tidak ada henti-hentinya 24 jam nonstop. Jika perlu komputer server harus memiliki server backup atau pengganti, dimana disaat komputer server utama rusak maka akan ada penggantinya.
    2. Perawatan pada Komputer Client
    Sebenarnya komputer client tidak terlalu memiliki peran penting dalam jaringan komputer, tidak seperti komputer server. Karena jika 1 komputer client rusak maka tidak akan terpengaruh pada komputer client lainnya. Tetapi komputer client juga harus tetap dijaga dan dirawat secara berkala, seperti defragment, membersihkan virus, membersihkan file-file temporary, membersihkan file installer yang sudah pernah dihapus dan lain sebagainya.
    3. Perawatan pada Kabel Jaringan
    Kabel jaringan juga penting dalam struktur jaringan komputer karena tanpa adanya kabel maka tidak akan tercipta sebuah jaringan komputer. Biasanya kerusakan pada kabel jaringan komputer yaitu seringnya kabel digigit tikus karena jika kabel sudah sobek atau rusak karena digigit tikus maka akan mempengaruhi kinerja jaringan komputer atau bahkan bisa sampai tidak konek ke jaringan komputer. 
    Solusi : gunakan besi atau plastik yang kuat sebagai pembungkus pada kabel jaringan komputer
    4. Perawatan pada Switch atau HUB
    Switch atau HUB merupakan sebuah alat perantara dalam terciptanya jaringan komputer. Karena jika HUB atau switch rusak maka jaringan komputer tidak akan bisa berkomunikasi antara server dengan client maupun client dengan client. Sebaiknya HUB atau switch harus di cek kehandalan kinerjanya secara berkala. Tempatkan HUB atau switch di tempan yang tidak berdebu dan suhu yang dingin agar switch bekerja dengan maksimal.
    Mungkin dari uraian diatas dapat kita pahami cara merawat jaringan komputer secara garis besarnya saja, namun untuk para administrator harus dapat dipahami secara lebih mandalam agar komputer jaringannya dapat bekerja dengan maksimal.
    IT Newbie telah memberikan tutorial Cara Merawat Jaringan Komputer yang mungkin bermanfaat dan dipahami untuk sobat semua.
    Salam IT Newbie.

    read more

    Makalah Instalasi Jaringan LAN

    Instalasi jaringan LAN


    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.     Latar Belakang Masalah
    Era globalisasi saat ini, berbagai teknologi terus dikembangkan oleh berbagai Negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan saat ini ialah mengenai jaringan computer. Dewasa ini terdapat berbagai macam topologi jaringan yang digunakan. Mulai dari lingkup local maupun lingkup dunia sekalipun.
    Untuk mempelajari jaringan computer secara lebih jauh, akan lebih efektif bila kita mempelajari jaringan computer dengan lingkup yang kecil terlebih dahulu yaitu jaringan local atau sering disebut dengan LAN (Local Area Network).
    LAN sangat penting digunakan untuk mempermudah komunikasi dan sharing data pada suatu lokasi yang berdekatan namun masih dalam satu area local. Jaringan LAN ini memilki beberapa topologi dalam pembangunan jaringannya, dengan beberapa kelemahan dan kelebihan di setiap topologinya.
    Di setiap jaringan LAN (Local Area Network) juga terdapat beberapa hambatan atau permasalahan yang harus diselesaikan. Serta dalam jaringan LAN tersebut perlu adanya keamanan jaringan yang baik agar jaringan tersebut tidak mudah di-hack oleh orang lain.

    B.     Perumusan Masalah
    Perumusan masalah dalam pembangunan jaringan ini adalah :
    1.      Bagaimana cara membangun jaringan LAN ?
    2.      Bagaimana langkah-langkah mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam Jaringan LAN ?
    3.      Bagaimana setting keamanan jaringan LAN ?




    C.     Tujuan
    Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka makalah ini bertujuan untuk :
    1.      Mengetahui cara membangun jaringan LAN
    2.      Mengetahui langkah-langkah mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam Jaringan LAN ?
    3.      Mengetahui setting keamanan jaringan LAN ?


    BAB II
    KAJIAN PUSTAKA

    A.     Deskripsi Teori

    1.      LAN ( Local Area Network )
    LAN merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN sering digunakan untuk menghubungkan computer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan untuk memakai bersama sumberdaya (printer atau scanner) dan saling bertukar informasi.
    Pada jaringan LAN ini terdiri dari 1 Server dan beberapa client. Server berfungsi menyediakan layanan untuk client dan mengelola serta mengatur operasional jaringan tersebut. Sedangkan client ialah computer yang memanfaatkan layanan yang telah disediakan oleh computer server.

    2.      Topologi Jaringan
    Terdapat beberapa topologi jaringan LAN yang digunakan, antara lain Topologi BUS, Topologi Ring, dan Topologi Star. Sedangkan Topologi yang sedang popular digunakan ialah Topologi Star. System instalasi jaringan LAN dengan topologi Star ialah dengan menghubungkan masing-masing workstation secara langsung ke server dengan bantuan HUB.
    *      Kelemahan Topologi Star
    Ø      Boros Kabel
    Ø      Perlu penanganan khusus
    Ø      Kontrol terpusat ( HUB ) jadi elemen kritis
    *      Keuntungan Topologi Star
    Ø      Kontrol Terpusat
    Ø      Paling Fleksibel
    Ø      Pemasangan atau perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
    Ø      Kemudahan deteksi dan isolasi kerusakan pengelolaan jaringan
    Ø      Bila ada salah satu workstation mati, maka jaringan masih tetap berfungsi.
    Gambar Topologi Star

    3.      System Pengkabelan
    Jaringan dengan Topologi Star menggunakan kabel UTP dalam instalasinya. Kabel UTP ini menggunakan konektor jenis RJ45. System pengkabelan ini menggunakan system pengkabelan straight.

              
         Gb 1. Kabel UTP                            Gb 2. Connector RJ45
    Gb 3. System Pengkabelan Straight



    4.      Protocol Jaringan
    Dalam pembuatan Jaringan ini perlu adanya sebuah protocol jaringan yang berstandar OSI ( Open System Interconnection ). Pada pembahasan ini kita menggunakan IP Address ( Internet Protokol Address ). IP Address adalah alamat yang diberikan pada jaringan computer dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka decimal yang terpisah. Terdapat beberapa kelas dalam IP Address, hal ini digunakan untuk mempermudah pemakaian jaringan. Untuk jaringan LAN kita gunakan kelas C yang memiliki 256 IP Address dengan IP Range 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
    Pengalokasian IP Address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.


    5.      Mendiagnosa Permasalahan pada Jaringan
    Diagnosa permasalahan PC pada jaringan ialah menganalisa segala macam kemungkinan permasalahan yang terjadi pada PC yang terhubung jaringan. Factor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah :
    1.      Tegangan Listrik
    Tegangan listrik yang tidak stabil, sering terjadi naik turun atau mati mendadak dari PLN dapat menyebabkan gangguan pada jaringan. Sumber listrik yang digunakan tidak baik atau tidak stabil akan menyebabkan peralatan jaringan mudah rusak.
    2.      Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan.
    Hal ini disebabkan oleh korosi dan rusak. Korosi terjadi karena ruang atau tempat jaringan lembab dan juga karena pemakaian yang terlalu lama dan tanpa ada perawatan secara berkala.

    Kerusakan dan kesalahan hardware yang sering terjadi adalah pada card LAN, pengkabelan, dan konektor. Kerusakan atau kasalahan pada jaringan sering disebabkan oleh koneksi atau hubungan yang tidak baik antar komponen dan tidak berfungsinya komponen-komponen dikarenakan sudah mati atau rusak.

    6.      Desain dan Arsitektur Keamanan Jaringan
    Untuk mencapai tingkat keamanan jaringan yang diinginkan, diperlukan pemenuhan beberapa hal berikut :
    a.       Pembuatan kebijakan keamanan yang berisi UU, peraturan, dan prosedur – prosedur yang mengatur sebuah organisasi me-management, melindungi, dan distribusi informasi sensitive dan rahasia. Seluruh kebijakan ini terangkum dalam dokumen – dokumen yang berisi tentang keamanan system, kebijakan model keamanan, dan kebutuhan keamanan.
    b.      Menyiapkan arsitektur keamanan yang merupakan bagian dari arsitektur, dimana ia mendeskripsikan fitur dan jasa keamanan yang dibutuhkan. Arsitektur keamanan ini menggambarkan bagaimana sebuah level jaminan sebuah system dapat dicapai.
    Resiko dari jaringan Star atau centralize network adalah dalam Star network, semua node terhubung secara terpusat melalui HUB. Kunci keamanan jaringan ini adalah :
    *     Pembatasan akses secara fisik seperti HUB dan cabling.
    *     Hak akses user untuk menggunakan jaringan.
    *     Pemeliharaan data terintegrasi.
    *     Monitoring – audit terhadap akifitas jaringan.
    Sangat sulit mencapai 100 % aman jaringan computer. Ada sebuah timbal balik antara keamanan dengan kenyamanan. Apabila sebuah jaringan tersebut aman, maka dalam penggunaan jaringan itu akan merasa nyaman, dalam arti kenyamanan timbul karena adanya sebuah keamanan. Keamanan jaringan merupakan sebuah proses, bukan merupakan sebuah hasil akhir.
    Jenis – jenis serangan dalam jaringan :
    *      Interupsi
    Merupakan sebuah system yang dirusak sebelum sampai ke tujuan.
    *      Interseption
    Adalah user yang tidak berhak mendapatkan akses file.
    *      Modifikasi
    Adalah user yang tidak berhak tidak hanya mendapatkan akses, tapi juga tidak dapat merubahnya.
    *      Fublication
    Merupakan user yang tidak berhak memasukkan atau menyelipkan objek ke dalam system.
    Jenis – jenis penyerang :
    *      Joyryder
    *      Vandals
    *      Scorekeeper
    *      Spies
    *      Stupidity
    *      Accident

    Klasifikasi keamanan system :
    1.      Network security
    Yaitu focus kepada media pembawa informasi atau data informasi seperti jaringan computer.
    2.      Computer security
    Yaitu focus kepada computer ( server, workstation, dan terminal ) termasuk di dalamnya masalah yang berhubungan dengan operating system.
    3.      Application security
    Focus pada software dan database.






    BAB III
    INSTALASI JARINGAN

    Instalasi jaringan ini dibangun di sebuah ruangan dengan ukuran 4 x 10 meter. Topologi yang digunakan adalah menggunakan topologi Star.

    A.      Alat dan Bahan
    Peralatan yang digunakan dalam instalasi jaringan ini adalah :
    1.      Tang Crimping
    2.      LAN Tester

    Bahan-bahan yang digunakan dalam instalasi jaringan ini adalah :
    1.      CPU yang sudah diinstal Windows XP Professional : 7 unit
    2.      Monitor                                                                        : 7 unit
    3.      Keyboard                                                                     : 7 buah
    4.      Mouse                                                                          : 7 buah
    5.      HUB                                                                            : 1 buah
    6.      Kabel UTP                                                                   : 1 box
    7.      Konektor RJ 45                                                           : 1 box

    B.     Prosedur Installasi jaringan LAN
    Semua alat dan bahan dipersiapkan di tempat kerja. Posisi meja diatur sedemikian rupa hingga sesuai dengan kebutuhan. Kemudian tiap monitor, keyboard, dan mouse dihubungkan ke CPU dan ditempatkan di masing-masing meja yang telah disiapkan. Lalu pasang kabel catu daya ke CPU dan monitor. Kemudian letakkan HUB di tempat yang dikehendaki untuk kemudian dijadikan tolok ukur untuk panjang kabel UTP yang akan dibutuhkan untuk tiap PC. Ukur jarak tiap-tiap PC ke HUB untuk menentukan panjang Kabel UTP yang akan digunakan. Beri panjang tenggang untuk antisipasi pada saat pemasangan konektor RJ 45.
    Potong kabel UTP sesuai kebutuhan tiap PC, lalu pasang kabel UTP ke konektor dengan system straight. Setelah di crimping, beri nomor di ujung kabel yang sesuai dengan PC yang dimaksud. Kemudian hubungkan tiap-tiap PC ke HUB menggunakan kabel UTP tersebut.
    Hubungkan ke-7 PC dan HUB ke sumber tegangan. Setiap PC dinyalakan satu per satu kemudian lakukan setting konfigurasi jaringan LAN.
    C.     Setting Konfigurasi Jaringan LAN
    1.      Buka windows explorer dengan klik kanan Start à pilih explore
    2.      Klik kanan pada My Network Place à pilih Properties
    3.      Pada jendela network connection, double klik pada Local Area Connection
    4.      Pada kotak dialog Local Area Connection Status à klik Properties
    5.      Kemudian muncul kotak dialog Local Area Connection Properties à pilih tab general à seleksi Internet Protokol (TCP/IP) à lalu pilih Properties.












    6.      Kemudian atur IP address pada kotak dialog Internet Protokol (TCP/IP) Properties.
    Atur juga :
    v     subnet mask     : 255.255.255.0
    v     gateway            : 117.103.0.1
    Lalu klik Ok








    7.      Klik OK pada kotak dialog Local Area Connection Properties
    8.      Klik Close pada Local Area Connection Status.
    Lakukan hal yang sama pada semua computer yang termasuk dalam jaringan tersebut. Dengan IP address pada tiap computer sebagai berikut :
    *   Server             : 117.103.173.150
    *  Client 1            : 117.103.173.151
    *  Client 2            : 117.103.173.152
    *  Client 3            : 117.103.173.153
    *  Client 4            : 117.103.173.154
    *  Client 5            : 117.103.173.155
    *  Client 6            : 117.103.173.156
    Dengan Subnet Mask dan Default gateway sebagai berikut :
    *      subnet mask                 : 255.255.255.0
    *      default gateway             : 117.103.0.1
    Selesai melakukan setting IP address, lanjutkan dengan membuat workgroup dengan cara klik kanan My Computer à pilih Properties à kemudian pada workgroup klik Change à lalu ketik “TKJ – Stemsend” à klik OK. Kemudian muncul pesan “Do you want to restart this computer?” à klik Yes, agar pergantian nama workgroup ini bias berjalan dengan optimal.














    BAB IV
    DIAGNOSA PERMASALAHAN JARINGAN

    Jaringan yang telah dibangun harus dicek konektivitas antara computer Server dengan computer client maupun computer client yang satu dengan computer client yang lain.
    Ø      Langkah yang perlu dilakukan adalah :
    1.      Lakukan pinging terhadap computer lain dengan cara klik Start à Run à ketik Ping dan IP address ( missal Ping 117.103.173.151 )
    Kemudian bila muncul pesan “Request Time Out” berarti computer yang dimaksud belum terkoneksi jaringan dengan baik. Periksa penyambungan kabel UTP menggunakan LAN tester dan periksa kartu jaringan (driver sudah ada atau belum). Bila sudah baik lakukan pinging lagi. Bila masih muncul pesan yang sama, lakukan proses sharing data, kemudian lakukan pinging lagi. Bila masih belum bisa, ubah IP address.
    Bila terjadi gangguan pada kabel UTP, hal ini biasanya dikarenakan konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang salah dan putus.
    2.      Bila saat dilakukan pinging tidak behasil, kemungkinan terdapat kesalahan pada pengalamatan IP. Jadi alamat IP antara computer saru dengan computer yang lain tidak boleh sama agar masing-masing computer memiliki identitas dalam melakukan komunikasi data lewat jaringan.
    3.      Memeriksa Card LAN secara fisik apakah Card LAN tersebut aktif atau tidak dengan mengenali lampu indicator pada Card LAN tersebut menyala atau tidak. Apabila belum menyala berarti terdapat permasalahan atau kerusakan pada card LAN tersebut.
    4.      Bila terjadi overload ( terjadi karena banyaknya pertukaran data yang lebih besar dari kapasitas data yang boleh ditransfer pada HUB yang digunakan ) dengan ciri-ciri pada lampu indicator port LAN menyala berkedip-kedip secara bersamaan dan dalam tempo yang relative stabil, maka matikan semua computer sekaligus matikan jaringan tersebut dan tunggu sejenak agar jaringan dapat beristirahat. Kemudian nyalakan kembali bila dirasa sudah cukup.
    5.      Jika computer tidak bisa melakukan sharing files atau printer, hal ini dikarenakan data atau printer tersebut belum di sharing. Untuk itu dapat dilakukan sharing dengan klik kanan pilih share.















    BAB V
    SETTING KEAMANAN JARINGAN LAN

    Setting keamanan jaringan LAN perlu dilakukan agar dalam penggunaan jaringan tersebut user merasa nyaman. Hal – hal yang perlu dilakukan untuk keamanan jaringan ini adalah sebagai berikut :
    1.      Privacy, dalam hal ini untuk melakukan keamanan dari penyerangan pihak luar sebisa mungkin dalam melakukan konektifitas atau transfer data, perlu adanya shared atau secret atau password kemudian data yang kita akses harus memiliki fasilitas encryption.
    2.      Lakukan back up data untuk berjaga-jaga apabila data-data kita terkena virus atau hilang atau tersembunyi akibat virus.
    3.      Setiap computer workstation maupun computer server harus diinstal antivirus yang baik.
    4.      Ketika melakukan akses data, pastikan menggunakan system aplikasi Mozilla Firefox, karena keamanan data kita akan lebih terjaga.
    5.      Aktifkan firewall untuk mengantisipasi agar computer tersebut tidak dapat dikendalikan oleh computer lain melalui remote desktop maupun melalui VNC. Cara mengaktifkan firewall yaitu klik Start à control panel à windows firewall à pada tab general pilih pilihan ON à OK.











    BAB VI
    KESIMPULAN

    Kesimpulan dari pembahasan ini adalah :
    1.      Prosedur installasi jaringan LAN dengan topologi Star ialah dengan menghubungkan beberapa computer client dengan computer server menggunakan perantara HUB. Dari computer client ke HUB dihubungkan menggunakan kabel UTP dengan konektor RJ45. Setelah semua terhubung dengan baik, selanjutnya melakukan setting IP Address, Subnet mask, default gateway, dan membuat nama workgroup.
    2.      Diagnose permasalahan jaringan LAN dilakukan untuk mengetahui apakah computer yang satu dengan yang lain sudah terkoneksi dengan  baik atau belum. Diagnose meliputi diagnose hardware dan diagnose software. Setelah diketahui letak permasalahannya, maka dilakukan tindakan lanjutan, yaitu dengan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan tindakan yang tepat sesuai dengan prosedur yang ada.
    3.      Setting keamanan jaringan sangat perlu dilakukan untuk kenyamanan user dalam penggunaan jaringan tersebut. Setting ini bisa dilakukan dengan mem-backup data di computer, membuat privacy dengan menggunakan password, menginstall antivirus di tiap computer, dan usahakan dalam pengambilan data tidak melalui internet explorer.


    read more